Senin, 02 Agustus 2010

Bibit Ulin Yang Terancam Kepunahan

bibit Ulin dan bibit tanaman langka serta eksotik lainnya untuk ditanam sekolah-sekolah Ditengah pengakuan berbagai pihak tentang sangat langkanya kayu ulin, serta kenyataan bahwa Kayu Ulin Terancam Punah, Pemkab HST melalui BPLH, Dishutnakkan dan Bappeda memulai langkah dengan mengembangkan bibit ulin serta berbagai tanaman langka dan eksotik lainnya.

Ditengah pengakuan berbagai pihak tentang sangat langkanya kayu ulin, serta kenyataan bahwa Kayu Ulin Terancam Punah, Pemkab HST melalui BPLH, Dishutnakkan dan Bappeda memulai langkah dengan mengembangkan bibit ulin serta berbagai tanaman langka dan eksotik lainnya. Sasaran pengembangan bibit ulin yang dimulai tahun 2008 ini adalah sekolah-sekolah dan kantor pemerintah. Untuk sekolah, ada progran Adi Wiyata (sekolah hijau, teduh dan sehat). Sekolah yang berpartisipasi dalam program ini diberikan bibit-bibit tanaman penghijauan, agar program Adi Wiyata ini klop dengan upaya pelestarian pohon-pohon langka dan eksotik, maka bibit yang diserahkan adalah bibit ulin dan bibit lainnya. Upaya ini mendapat sambutan hangat dari sekolah dan masyarakat luas. Beberapa warga malah sangat antusias, “saya sudah pensiun, baru sekarang memegang pohon ulin yang hidup,” komentar seorang guru. pemerintah resmi melarang seluruh pemanfaatan dan perdagangan kayu ulin, baik untuk perdagangan di dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor. Kebijakan itu diambil untuk mencegah punahnya populasi kayu ulin di hutan alam. Hadi S. Pasaribu, Dirjen Bina Produksi Kehutanan Departemen Kehutanan, mengatakan, penebangan kayu ulin di hutan-hutan Kalimantan—kawasan endemi populasi kayu ulin—sudah kebablasan. Maklum, harga kayu ulin di pasaran sekarang sudah mencapai US$ 1.000 per meter kubik. beberapa bibit yang dibagikan adalah : Ulin, Meranti Merah, Meranti putih, Meranti loveayas, Rotan Jerenang, Gaharu, Agathis, Meranti Kuning, Jeruk Pepaya, dan Sintuk. Diharapkan para siswa dapat lebih menyayangi lingkungan hidup dan terus menjaganya agar tetap lestari.

Sumber : hulusungaitengahkab.go.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

0 komentar :