Tampilkan postingan dengan label seni lukis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni lukis. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Menengok Sejarah Seni Lukis Mesir



Pada tahun 5000 SM, bangsa Mesir adalah bangsa yang telah memiliki peradaban yang mantap. Selama berabad-abad hingga kini, peninggalan peradaban Mesir kuno telah diakui sebagai peninggalan yang mengagumkan. Termasuk sni lukisan di dinding-dinding batu yang menghiasi bangunan serta makam-makam para raja dan bangsawan Mesir.

Lukisan-lukisan yang didominasi oleh profil-profil manusia ini, memiliki ciri yang amat khas dalam penggambarannya. Kedua tangan memiliki sisi yang sama dengan panjang jari yang sama, dada menghadap ke depan, namun kedua kaki dan kepala menghadap ke samping, serta profil mata yang digambar dengan perspektif depan. Gaya seni lukis ini tentu saja tidak menggambarkan perspektif manusia yang tepat. Seniman Mesir tampaknya berusaha menggambar profil tubuh manusia sejelas-jelasnya sehingga harus menggabungkan berbagai perspektif fitur tubuh dalam satu profil lukis. Selama 3000 tahun ke depan, para seniman seni lukis Mesir kuno tetap mempertahankan gaya seni lukis ini.

Mengapa gaya seni lukis bangsa Mesir kuno sepert ini? Jawabannya ditemukan pada makam seorang pendeta bernama Ramose. Adik Ramose adalah seorang kepala seniman bagi Firaun. Sebelum kematian Ramose, adiknya menghiasi makam dengan berbagai lukisan dan relief yang indah. Sebelum karya itu berhasil diselesaikan, Firaun meninggal, sehingga Ramose kehilangan pekerjaannya. Lukisan yang dipersiapkan untuk menghiasi makamnya kelak pun, terhenti dan tidak selesai. Dari sinilah terlihat, di sepanjang dinding lukis yang belum selesai, terdapat garis-garis halus berwarna merah yang membentuk sebuah pola kotak-kotak simetris.

Arkeolog pun mencocokkan profil manusia dalam lukisan-lukisan Mesir lainnya, dengan kotak-kotak simetris yang terdapat pada dinding lukis yang belum selesai. Ternyata setiap profil lukisan yang ada memiliki ukuran yang sama dari berbagai skala. Ukuran untuk mata, kepala, tungkai kaki, tinggi tubuh, tangan dan seterusnya. Kotak ukur untuk masing-masing bagian tubuh inilah yang menyebabkan profil manusia pada lukisan Mesir tidak dapat dibuat dengan perspektif realistis.

Karya-karya seni lukis ini merupakan salah satu perwujudan obsesi bangsa Mesir akan konsistensi dan keteraturan. Nilai budaya inilah yang selama berabad-abad membuat lukisan dinding bangsa Mesir memiliki pola yang sama.


http://artikellama.blogspot.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Jumat, 16 Juli 2010

Picasso Sang Maestro Seni Lukis Abstrak

Apa Itu Abstrak?

Kata abstrak mengandung pengertian ringkasan, inti, tidak berwujud, mujarad, niskala. Dalam kaitan dengan cipta seni, kata abstrak menunjuk kepada wujud yang tidak realis atau natural (non objective, non representational). Bentuk abstrak adalah bentuk yang tidak menampilkan rupa yang kita kenali sebagai rupa benda atau objek yang kita lihat dalam kenyataan sehari-hari. Bentuk abstrak adalah bentuk imajinasi seniman. Bentuk abstrak dapat terjadi dari olahan seniman dalam mencari esensi bentuk objeknya "abstraction; the essential from an object a process in which the artist focusses on an exaggerats the forms of objects for aesthetics and expressive purpose"? demikian dikatakan Rathus.

Oleh karena itu bentuk abstrak adalah bentuk olahan, bentuk imajinatif seniman, maka wujudnya menjadi unik, karena bentuk itu tidak pernah kita kenal selama ini. Bentuk yang tidak pernah ditemukan di atas bumi ini.

Salahseorang tokoh seni lukis abstrak yang terkenal di dunia adalah Picasso. Picasso mengolah bentuk alam menjadi kubus-kubus sebagai esensi bentuk. Oleh karena itu Picasso dikenal sebagai pelopor aliran kibisme. Salah satu lukisan Picasso yang terkenal adalah Guernica, yang sekarang dikoleksi Museum of Modern Art New York. .

Proses Abstraksi.

Abstraksi adalah suatu proses. Tidak mungkin suatu bentuk abstrak datang begitu saja tanpa proses abstraksi.Mengabtraksi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan menggambarkan bentuk alamnya terlebih dahulu. Bentuk alam itu harus dipahami sampai bentuk detailnya dan termasuk karakter bentuk itu. Selanjutnya dilakukan penyederhanaan bentuk, dengan menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu. Proses penyederhanaan bentuk itu dilakukan beberapa tahap sampai dicapai esensi bentuk yang diinginkan. Akhirnya yang dilukiskan adalah esensi bentuk itu. Bentuk yang tampil adakalanya masih dapat diterka dan adakalanya tidak. Wujud bentuk yang tidak dapat lagi diterka itu disebabkan proses abstraksi yang sudah sangat ekstrim dan jauh menyimpang (mislead) dari bentuk naturalnya dalam seni lukis.

Sumber : bebexbiroe.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia